Perselingkuhan, Dari Mana Akarnya?
Menelusuri Luka, Identitas, dan Kehausan Jiwa di Balik Pengkhianatan Emosional dan Relasional
🌟 Ringkasan Buku
E-book ini membongkar lapisan terdalam dari fenomena perselingkuhan dengan cara yang jarang ditemui: bukan hanya dari sisi moral dan sosial, tetapi dari akar luka psikologis, krisis identitas, dan kebutuhan emosional jiwa. Ditulis oleh Syam Basrijal & Arlen Karundeng, buku ini menjadi kompas pemahaman bagi mereka yang ingin menyelami dinamika relasional secara utuh.
Melalui pendekatan psikologi transpersonal, refleksi spiritual, dan pendekatan restoratif, buku ini tidak hanya berbicara kepada pasangan yang sedang menghadapi masalah, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin mengerti struktur terdalam dari pola pengkhianatan emosional dan mengapa itu bisa terjadi — bahkan oleh mereka yang tidak berniat melakukannya.
📚 Pokok Pembahasan Utama:
Apa sebenarnya akar luka yang mendorong perselingkuhan?
Identitas rapuh dan kehausan jiwa yang tak disadari
Perselingkuhan sebagai “pelarian”, bukan tujuan
Ketidakseimbangan dalam hubungan dan peran
Jiwa yang belum selesai dengan masa lalu
Dinamika pelaku dan korban: keduanya bisa terluka
Bagaimana membangun kembali keutuhan setelah pengkhianatan?
Panduan reflektif untuk pasangan dan individu dalam pemulihan relasi
🎯 Buku Ini Cocok Untuk:
Individu yang sedang menjalani pemulihan dari pengkhianatan relasional
Pasangan yang ingin membangun komunikasi dan keintiman yang utuh
Terapis, konselor, fasilitator healing relationship
Siapa pun yang ingin memahami lebih dalam fenomena perselingkuhan dari aspek jiwa, bukan hanya tindakan
📘 Spesifikasi Produk:
Judul: Perselingkuhan, Dari Mana Akarnya?
Penulis: Syam Basrijal & Arlen Karundeng
Penerbit: Penerbit Restorasi Jiwa
Jumlah Halaman: 274 halaman
Ukuran Buku: 15.5 x 23 cm
Tahun Terbit: Mei 2025
Format: eBook (PDF)
QRCBN: 62-3016-1693-401
Bahasa: Indonesia
💬 Kutipan Reflektif:
“Kadang yang selingkuh bukan hanya fisik, tapi batin yang tak pernah bisa jujur tentang apa yang ia butuhkan.”
(Halaman 35)
“Perselingkuhan seringkali adalah jeritan jiwa yang tak pernah didengar.”
(Halaman 88)







Reviews
There are no reviews yet.