Mengapa Hidup di Zaman Modern Membutuhkan “Jalan Tengah”

Jalan Tengah

Kita hidup di zaman yang berlari tanpa henti. Waktu terasa menipis, pikiran penuh beban, dan makna hidup kian kabur di antara deretan notifikasi dan target pekerjaan. Kita sibuk mengejar “keharusan” tanpa sempat bertanya, ke mana sebenarnya kita menuju?

Manusia modern hidup dalam paradoks: semakin banyak kemajuan, semakin sedikit ketenangan. Kita dikelilingi teknologi yang memudahkan segalanya, namun hati terasa semakin jauh dari rasa damai. Dalam pusaran itu, kita kehilangan ruang untuk diam — ruang yang sesungguhnya menjadi napas bagi jiwa.

Dua Ekstrem yang Menyita Energi

Dalam buku Jalan Tengah, Syam Basrijal menggambarkan kondisi manusia modern yang sering terjebak antara dua ekstrem: keinginan berlebihan untuk berprestasi dan kelelahan eksistensial yang membuat segalanya terasa hampa.

Kita bekerja keras mengejar pengakuan, namun di sisi lain merasa kosong. Kita ingin sukses, tapi justru tertekan oleh ambisi yang tak pernah cukup. Ada pula yang memilih menyerah, kehilangan arah, membiarkan hari-harinya berjalan tanpa semangat. Dua-duanya sama menjauhkan dari keseimbangan sejati — titik di mana manusia bisa hidup dengan sadar, penuh, dan utuh.

Ruang Jeda untuk Kembali Bernapas

“Jalan Tengah” bukanlah kompromi di antara dua pilihan, melainkan kebijaksanaan untuk berdiri di antara keduanya dengan kesadaran penuh. Di dalamnya, hidup tidak lagi menjadi perjuangan yang melelahkan, tapi perjalanan yang dipenuhi rasa ingin tahu, tenang, dan damai.

Syam Basrijal menulis buku ini sebagai ajakan lembut untuk pulang ke dalam diri. Ia menawarkan cara memandang hidup yang tidak terjebak dalam ekstrem — tidak berlebihan dalam mengejar, tidak pula menolak kehidupan. Di sanalah kita belajar bernapas kembali, mengenali makna sederhana di balik hiruk pikuk.

Keseimbangan yang Menghidupkan

Keseimbangan sejati tidak berarti berhenti bergerak. Ia justru mengajarkan kapan harus maju dan kapan harus diam, kapan harus menatap keluar dan kapan harus menengok ke dalam. Dalam Jalan Tengah, penulis menghubungkan kearifan kuno dengan realitas modern: dari filosofi Majjhima Patipada Sang Buddha, Golden Mean Aristoteles, hingga konsep Ummatan Wasathan dalam Islam. Semua tradisi besar mengajarkan hal yang sama — bahwa kebahagiaan lahir dari keseimbangan yang sadar.

Dalam konteks Nusantara, nilai itu hidup dalam ajaran Tri Hita Karana, tepa selira, dan semangat rukun. Nilai-nilai yang kini seolah dilupakan, padahal menjadi pondasi kehidupan yang damai dan saling menghargai.

Menemukan Rumah di Tengah Kegaduhan

Mungkin selama ini kita berlari terlalu cepat, berharap menemukan makna di luar diri. Padahal, seperti yang diungkapkan dalam Jalan Tengah, kedamaian tidak pernah jauh — ia selalu menunggu di dalam diri, di ruang tenang yang terlupakan.

Buku ini bukan sekadar bacaan, melainkan teman pulang bagi jiwa yang lelah. Ia membantu pembacanya menata ulang arah, belajar melepas kelelahan, dan menemukan ritme hidup yang lebih manusiawi.

Bagi siapa pun yang tengah mencari makna di tengah kebisingan dunia modern, buku Jalan Tengah adalah peta yang menuntun dengan lembut — mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati bukan tentang berlebihan, tetapi tentang menemukan tempat yang cukup.

Dan mungkin, setelah menutup halaman terakhir buku ini, kita akan tersenyum pelan dan berkata: akhirnya aku pulang.


📖 “Jalan Tengah: Menemukan Harmoni dalam Transformasi Diri dan Kesadaran Holistik” karya Syam Basrijal kini tersedia dalam versi e-book dan cetak eksklusif di www.restorasijiwa.com.
Temukan keseimbanganmu, mulai dari satu halaman kecil yang bisa mengubah cara pandangmu terhadap hidup.

E-BOOK JALAN TENGAH

Share the Post:

Lanjutkan Membaca

Terhubung dengan Restorasi Jiwa

Scroll to Top
news-3011-man

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

4000

4001

4002

4003

4004

4005

4006

4007

4008

4009

4010

4011

4012

4013

4014

4015

4016

4017

4018

4019

3106

3107

3108

3109

3110

3111

3112

3113

3114

3115

4020

4021

4022

4023

4024

4025

4026

4027

4028

4029

4030

4031

4032

4033

4034

4035

4036

4037

4038

4039

5046

5047

5048

5049

5050

5051

5052

5053

5054

5055

5061

5062

5063

5064

5065

5066

5067

5068

5069

5070

4040

4041

4042

4043

4044

4045

4046

4047

4048

4049

4050

4051

4052

4053

4054

4055

4056

4057

4058

4059

3126

3127

3128

3129

3130

3131

3132

3133

3134

3135

3136

3137

3138

3139

3140

3141

3142

3143

3144

3145

4080

4081

4082

4083

4084

4085

4086

4087

4088

4089

4090

4091

4092

4093

4094

4095

4096

4097

4098

4099

5036

5037

5038

5039

5040

5071

5072

5073

5074

5075

3076

3077

3078

3079

3080

3081

3082

3083

3084

3085

4100

4101

4102

4103

4104

4105

4106

4107

4108

4109

4110

4111

4112

4113

4114

4115

4116

4117

4118

4119

5026

5027

5028

5029

5030

5031

5032

5033

5034

5035

5076

5077

5078

5079

5080

5081

5082

5083

5084

5085

5001

5002

5003

5004

5005

5006

5007

5008

5009

5010

5011

5012

5013

5014

5015

5056

5057

5058

5059

5060

5086

5087

5088

5089

5090

5091

5092

5093

5094

5095

5016

5017

5018

5019

5020

5021

5022

5023

5024

5025

5096

5097

5098

5099

5100

news-3011-man